0

Literasi Media untuk Bangsa



>

Belum banyak masyarakat yang sadar pentingnya sebuah pendidikan media. Pendidikan media bertujuan untuk mencapai suatu literasi media atau yang populer disebut dengan melek media, yakni salah satu kemampuan untuk memilah dan menganalisis isi media.Kemampuan tersebut seyogyanya dimiliki setiap anggota masyarakat yang kini tengah berada di serbuan arus informasi yang sangat bebas.

Bobby Guntarto, ketua Yayasan Pengembangan Media dan Anak (YPMA) yang menitikberatkan kegiatannya pada permasalahan anak dan media , menerangkan bahwa pendidikan media sangat penting. Pihaknya telah berusaha menanamkan hal tersebut ke masyarakat melalui penyuluhan-penyuluhan dan edukasi. “Kami bekerja sama dengan UNICEF sejak tahun 2008 lewat pembuatan modul (pendidikan literasi media) dan uji coba modul di 33 kota. Modul tersebut berisi materi-materi pendidikan media dan didalamnya terdapat unsur pengetahuan, tetapi lebih banyak skill. Materi itu membekali anak dengan pengetahuan tentang media” ujarnya.

Literasi media tidak hanya mempelajari segi-segi produksi, tetapi juga mempelajari kemungkinan apa saja yang bisa muncul akibat kekuatan media. Literasi media memberikan edukasi kepada publik untuk tidak menelan mentah-mentah apa yang disampaikan media, melainkan tetap bersikap kritis dan bijak dalam mengkonsumsi media.

Masyarakat perlu menyadari bahwa media sesungguhnya bukanlah pihak yang benar-benar netral, melainkan memiliki berbagai kepentingan politik. Media pun bukan hanya alat kontrol sosial dan cermin realitas melainkan juga memiliki peran dalam mengkonstruksi realitas secara subyektif sesuai dengan ideologi masing-masing media.

Dalam lingkup pendidikan, literasi media sesungguhnya merupakan konten yang sangat layak untuk menjadi kurikulum pendidikan. Ini dapat menjadi salah satu pelopor perubahan sistem pendidikan Indonesia yang melulu satu arah dan menyuapi anak didiknya dengan materi-materi tertentu tanpa memberikan kesempatan kepada mereka untuk bersikap kritis dan bijak. Dukungan ini ternyata juga lahir dari UNESCO yang mengumandangkan untuk menggunakan literasi media sebagai kurikulum pembelajaran.

Mahasiswa pun menurut Bobby, dianjurkan untuk ikut berperan sebagai media watch atau pemantau media. Kepekaan terhadap kondisi media saat ini perlu mendapat perhatian khusus. Kini, seluruh elemen masyarakat perlu melek media untuk meminimalisir dampak media yang kadang ”berbahaya”. (Nrt)


*dimuat di Buletin Channel 32 edisi 2



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

0 komentar:

Posting Komentar

Back to Top